Pembaruan Aplikasi e-Bupot Memungkinkan Pengiriman Otomatis Bukti Potong PPh 21 kepada Pegawai

Bagikan :

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumumkan peluncuran versi terbaru dari aplikasi e-Bupot PPh 21/26, yang membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan bukti potong pajak penghasilan. Pembaruan ini, yang efektif mulai Januari 2024, memperkenalkan berbagai fitur baru yang dirancang untuk menyederhanakan proses administrasi perpajakan bagi pemberi kerja dan karyawan.

Salah satu fitur unggulan dari e-Bupot PPh 21/26 versi 2.0 adalah kemampuan pengiriman otomatis bukti potong PPh 21 kepada pegawai. Setelah pemberi kerja membuat bukti potong melalui aplikasi, bukti tersebut akan langsung terkirim ke alamat email pegawai yang terdaftar. Fitur ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan pegawai menerima bukti potong mereka secara tepat waktu dan akurat.

Bagi perusahaan dengan jumlah pegawai yang besar, fitur pengiriman otomatis ini akan sangat bermanfaat. Bayangkan sebuah perusahaan dengan ratusan atau bahkan ribuan karyawan. Sebelumnya, proses pengiriman bukti potong secara manual akan sangat memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Dengan e-Bupot versi terbaru, seluruh proses ini dapat dilakukan secara otomatis dalam hitungan menit.

Selain pengiriman otomatis, e-Bupot PPh 21/26 versi 2.0 juga menghadirkan sejumlah fitur baru lainnya yang tak kalah penting. Misalnya, aplikasi ini sekarang mendukung pembuatan bukti potong 1721-A1 untuk pegawai yang berhenti bekerja di tengah tahun. Fitur ini sangat membantu dalam menghitung pajak terutang secara akurat bagi pegawai yang mengalami perubahan status pekerjaan.

Bagi wajib pajak yang menggunakan layanan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP), e-Bupot versi terbaru juga menyediakan fitur pembuatan auth key. Auth key ini berfungsi sebagai kunci otentikasi yang memungkinkan aplikasi PJAP terhubung dengan sistem DJP. Dengan demikian, wajib pajak yang menggunakan PJAP dapat memanfaatkan fitur-fitur e-Bupot secara lebih optimal.

Pembaruan lainnya termasuk penyederhanaan daftar bukti potong, penambahan akumulasi penghasilan bruto pada bukti potong PPh final pesangon/manfaat pensiun, serta fitur generate kode billing dan rekam setoran untuk pengguna perekam. Semua fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam pengelolaan bukti potong PPh 21/26.

DJP terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan melalui inovasi teknologi. Dengan peluncuran e-Bupot PPh 21/26 versi 2.0, DJP berharap dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka.